Bedah Epilepsi Harapan Baru Penyandang Epilepsi

07Agu, 2019

Jika seseorang dicurigai epilepsi, ditandai dengan kejang tanpa provokasi, ia harus dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan dengan EEG (Electroencephalography). “Pasien akan dilihat hasil gambaran listrik otaknya, selama 30-60 menit,” jelas Dr. Ibnu Benhadi SpBS, Pakar Epilepsi Lamina Group. Untuk mencetuskan bangkitan pasien biasanya diganggu dengan lampu atau dengan hal lain. Pertanyaannya apakah pasien tersebut mungkin dilakukan bedah epilepsi?

Tujuan utama terapi epilepsi adalah mengupayakan tercapainya kualitas hidup optimal, untuk penyandang epilepsi sesuai dengan perjalanan penyakit dan disabilitas fisik maupun mental yang dimilikinya. “Bebas bangkitan tanpa efek samping, adalah tujuan utamanya,” jelas dr. Ibnu. Pasien biasanya akan diberikan obat anti epilepsi selama kurang lebih 2 tahun. Jenis obatnya bermacam-macam seperti penobarbita, phenytoin, atau obat anti epilepsi golongan ke-2 dan ke-3, hingga pembedahan.

Bedah Epilepsi

Bedah epilepsi merupakan salah satu prosedur medis yang dilakukan untuk menghilangkan atau mengubah sebagian dari otak yang menyebakan munculnya bangkitan atau kejang. Prosedur ini dikatakan lebih efektif mengatasi kejang terutama yang selalu muncul pada satu lokasi otak. Meski bukan sebagai opsi pertama untuk mengatasi kejang epilepsy, bedah epilepsy sangat dianjurkan terutama pada pasien yang sudah mengkonsumsi 2 atau lebih jenis obat, namun bangkitan epilepsinya belum terkontrol dengan baik.

Beberapa jenis pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah pasien merupakan kandidat yang tepat untuk melakukan tindakan pembedahan, sebelum prosedur medis ini dilakukan.

Kenapa Bedah Epilepsi Dilakukan

Bedah epilepsy, merupakan salah satu opsi saat obat-obatan oral tidak lagi dapat mengkontrol bangkitan atau kejang, yang secara medis disebut sebagai epilepsy refrakter atau epilepsy resisten obat. Tujuan utama dilakukan tindakan bedah epilepsy adalah untuk menghilangkan bangkitan atau kejang hingga menurunkan keparahan penyakit dengan atau tanpa penggunaan obat tambahan.

Dalam beberapa penelitian terbukti, bangkitan atau kejang epilepsy yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan serius, termasuk diantaranya;

  • Cidera fisik yang terjadi saat kejang muncul
  • Terjadi saat bangkitan muncul ketika penderita epilepsy sedang berenang atau mandi.
  • Depresi dan cemas.
  • Penurunan daya ingat hingga kemampuan berpikir.
  • Pertumbuhan terhambat terjadi pada pasien epilepsy anak.

Jenis-jenis Bedah Epilepsi

Bangkitan epilepsi, muncul dari ketidaknormalan aktivitas cell otak atau yang disebut sebagai neuron. Jenis pembedahan yang dapat dilakukan pada penderita epilepsy (bedah epilepsi) tergantung dari besar kecilnya area lokasi neuron yang menyebabkan munculnya bangkitan dan usia pasien.

  • Bedah resective. Merupakan tindakan pembedahan yang paling banyak dilakukan di praktek klinik. Dokter spesialis bedah saraf akan melakukan pemotongan jaringan otak yeng menyebabkan terjadinya bangkitan. Yang umumnya disebabkan karena adanya tumor, cidera otak, hinga malformasi otak. Bedah resective paling sering dilakukan dilobus temporal, yang merupakan area untuk mengkontrol memori visual, bahasa dan emosi.
  • Laser interstitial thermal therapy (LITT), merupakan tindakan minimally invasive menggunakan bantuan laser untuk menghilangkan jaringan otak yang menyebabkan terjadinya bangkitan. Tidakan ini dilakukan dengan panduan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memudahkan dokter spesialis bedah saraf.
  • Deep Brain Stimulation, merupakan prosedur medis yang mana menggunakan sebuah electrode yang secara permanen ditanamkan di dalam bagian otak penyandang epilepsy. Gunanya untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sinyal listrik otak yang tidak normal, yang menyebabkan munculnya bangkitan. Prosedur ini juga membutuhkan panduan MRI. Sementara bagian generator yang mengirimkan gelombang elektrik di tempatkan di bagian dada pasien.
  • Corpus callosotomy, merupakan tindakan pembedahan yang ditujukan untuk memutuskan seluruhnya atau sebagian bundle saraf yang menghubungkan antara otak sisi kiri dan kanan. Ini biasanya dilakukan pada penyandang epilepsy anak yang mengalami gangguan aktivitas abnormal yang menyebar dari salah satu sisi otak ke sisi yang lainnya.
  • Hemispherectomy merupakan prosedur medis yang ditujukan untuk menghilangkan salah satu bagian otak (hemisphere) dari cortex cerebral. Tindakan ini umumnya ditujuan untuk anak-anak yang mengalami kejang yang bersumber ketidaknormalan listrik otak dari beberapa bagian otak.

Pertolongan Pertama pada Penyandang Epilepsi

Hal pertama yang dilakukan jika melihat seseorang mengalami bangkitan kejang karena epilepsi adalah dengan tidak menahan gerakan penderita – bedah epilepsi. Jangan, memindahkan penderita kecuali penderita dalam bahaya. Jangan memasukan makaan dan minumam atau apapun ke dalam mulut penderita, termasuk obat obatan ketika muncul bangkitan. Serta jangan coba menyadarkan penderita secara paksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *